Rabu, 11 November 2015

Khutbah Jum'at dalam bahasa Indonesia


KESEIMBANGAN HIDUP
Oleh: Bpk. Yahya Suyarna

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Illahi Robbi yang telah memberikan nikmat Iman dan Islam yang pada saat ini kita dalam keadaan sehat wal’afiat sehingga dapat melaksanakan salah satu kewajiban hidup kita yaitu sholat jumat di masjid ini.

Sholawat serta salam semoga tercurah pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman yang InsyaAllah termasuk kita sekalian.
Dalam kesempatan ini khotib berwasiat untuk diri pribadi dan kepada jamaah jumat sekalian untuk selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangannya untuk mendapatkan ridho-Nya.

Hadirin Rohimakumullah,
Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang terbaik di dunia ini dan diberikan akal serta nurani sebagai insan hamba Allah maupun sebagai kholifah di bumi ini dan kita diwajibkan untuk menunaikan tugas hidup berupa ibadah kepada-Nya.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Adz-Dzariyat:56

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”

Dalam artian yang luas menyembah adalah segala bentuk pengabdian atau ibadah yang baik berdasarkan perintah Allah dan penjabarannya dicontohkan oleh Rasulullah SAW yaitu ibadah langsung kepada Allah (hablu minallah) dan ibadah sesama manusia (hablu minannas) bahkan ditugaskan pula kepada manusia untuk mengelola dan mendayagunakan apa-apa yang telah Allah ciptakan di dunia ini untuk kesejahteraan hidup manusia yang semua itu termasuk kategori ibadah juga.

Hadirin Rohimakumullah,
Kita semua yakin bahwa semua urusan dunia yang kita hadapi selama ini, sekalipun kita kerjakan siang dan malam terus-menerus tidaklah akan habis dan tidak pula akan ada ujungnya karena selama napas masih berhembus dari hidung kita pekerjaan dan keperluan pun akan terus datang dan menantang kita. Tinggal kita selaku umat yang beriman harus bisa mengatur dan mau mengatasinya, karena kalau kita tidak bisa mengatur dan tidak mau membatasi keperluan hidup kita dan lebih berbahaya lagi yaitu kita akan kehilangan arti kebahagiaan hidup dan keseimbangan hidup dalam kehidupan ini.

Allah Maha Adil menciptakan semua makhluknya selalu berpasangan antara langit dan bumi, daratan dan lautan, panas dan hujan, laki-laki dan perempuan lebih dari itu rohani dan jasmani. Dari sekian ciptaannya yang baik, seyogyanya kita dituntut untuk memelihara dan mengatur hanya sebagian saja yaitu yang ada hubungannya dengan hajat kita selaku manusia sehingga dapat berjalan dengan lancar, serasi, dan seimbang terutama keperluan jasmani dan rohani tersebut. Keseimbangan menurut Islam adalah merupakan faktor yang sangat penting, malah menjadi tujuan dan cita-cita hidup bagi setiap muslim. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah:201

Artinya: “Dan diantara mereka ada yang berdoa: “Ya, Allah Tuhan kami berilah kebahagiaan, keselamatan di dunia serta kebahagiaan di akhirat nanti dan jauhkan kami dari siksa api neraka”.

Lebih jelas lagi Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Asyakir, “orang yang meninggalkan dunia karena semata-mata memburu akhirat itu bukan orang baik, begitu juga orang yang meninggalkan akhirat karena memburu dunia semata-mata kecuali bilamana dia mendapatkan dunia dan akhirat secara bersama-sama karena dunia itu jalan menuju akhirat dan janganlah kamu menjadi beban orang lain”.

Hadirin Rohimakumullah,
Dari ayat Al Quran dan Al Hadits tersebut dapat kita ambil pengertian sebagai berikut:
1. Kita dituntut agar menyeimbangkan antara kepentingan lahiriyah duniawiyah dan kepentingan ruhaniyah ukhrowiyah, jangan sampai berat sebelah dan apalagi kalau hanya mengutamakan salah satu diantaranya. Keduanya harus seimbang, sejalan, serasi dan searah. Seperti seimbang dan searahnya rel kereta api tidak bisa tinggi sebelah, karena hal itu bisa mengakibatkan miringnya kereta api dan mengakibatkan kereta api terguling.

2. Dunia merupakan jembatan yang menuju akhirat. Dunia ini bukan tujuan karena sifatnya fana yang sewaktu-waktu yang telah ditentukan Allah pasti akan mengalami kehancuran dan kebinasaan termasuk didalamnya umat manusia. Dan kita akan kembali menghadap kepada sang pencipta. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Qashash:88

Artinya: ”Tiap-tiap sesuatu pasti binasa kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”

Kita kembali kepada Allah bukan kembali begitu saja tetapi kembali untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan yang telah kita perbuat selama hidup dan mengembara di dunia yang fana ini. Sebagaimana yang diucapkan Muadz Bin Jabal, Nabi Muhammad SAW bersabda:”Tidak dapat bergerak kaki seorang hamba sehingga ditanya 4 perkara yaitu umurnya digunakan apa sampai mati dan badannya dalam hal apa ia gunakan dan dari ilmunya apa yang dia amalkan dan hartanya dari mana dia dapat dan kemana ia keluarkan”.

Dari uraian dan sabda Rasul tadi, marilah kita renungkan keadaan masyarakat kita dewasa ini. Kita perhatikan tayangan dan berita di media masa dan elektronika, tampak fenomena kehidupan masyarakat mengenai sosial, budaya, dan ekonomi telah menjadi tragedi dan misteri yang melanda proses kehidupan dalam masyarakat di era globalisasi ini, antara lain terjadinya tindakan kekerasan, korupsi dan manipulasi dalam memenuhi usaha hidup yang kadang-kadang sudah tidak memperhatikan aturan lagi baik agama maupun negara. Halal dan haram kelihatannya sudah abu-abu dan sulit dibedakan. Maka dengan cara memperhatikan keseimbangan pola kehidupan dunia tempat hidup sekarang ini adalah merupakan kesempatan dari Allah bagi manusia untuk berikhtiar guna melepaskan diri dari beban orang lain dan merupakan ladang tempat menanam amal-amal baik dan shaleh seperti pernah Rasul nyatakan “Ad-dunyaa mazroatul akhirah”.
Sedangkan akhirat itu adalah tempat kembali yang abadi. Yang ditentukan dengan buah amal perbuatannya. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat An-Najm:39-41

Artinya: “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkannya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”

Oleh karena itu, kita jangan terlalu memburu harta yang nantinya akan kita tinggalkan dan akan mengalami kehancuran apalagi sampai melupakan hal-hal yang akan kita bawa berupa amal shaleh yang dapat menyelamatkan kita di yaumil hisab. Dan Allah memberikan peringatan dalam surat An-Nahl:96

Artinya: “Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal”.

Jadi, apa-apa yang ada pada diri kita seperti pakaian dan perhiasan, ataupun yang ada di luar dari diri kita seperti harta benda dan kekayaan anak, istri, dan handai tolan malah nyawa sekalipun akan lenyap kecuali bila itu semua kita tempatkan, kita nafkahkan dan kita belanjakan di jalan yang diridhoi Allah SWT. Dan itulah yang kekal dan abadi di sisi Allah SWT. Betapa beruntungnya orang-orang yang bisa menempatkan dan bisa memanfaatkan karunia Allah tersebut di jalan yang diridhoi-Nya baik itu karunia umur, ilmu, harta benda, dan anak karena semua itu merupakan modal yang dapat dijadikan amal shaleh yang kekal di sisi Allah SWT. Yang kita akan mendapatkannya di akhirat nanti.

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Demikianlah khutbah yang dapat khotib sampaikan, semoga ada manfaatnya bagi khotib khususnya dan bagi kita sekalian selaku kaum muslimin pada umumnya. Dan semoga Allah memberikan kekuatan Iman, kesabaran, serta ketaqwaan dalam menjalankan roda kehidupan ini sehingga kita benar-benar dapat menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya untuk mendapatkan ridho-Nya. Amin ya robbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Khutbah Jum'at dalam bahasa Sunda

Khutbah Jum'at dalam bahasa Sunda

KASAIMBANGAN HIRUP
Oleh: Bpk. Andi Rachman Hakim

Assalamu’alaikum Wr.Wb.,

Puji syukur mangga urang sami-sami panjatkeun ka hadirat Alloh SWT anu parantos maparin kanikmatan iman sinareng Islam dugi ka dangeut ieu urang sadayana masih dina kaayaan sehat wal’afiat sahingga tiasa ngalaksanakeun salah sahiji kawajiban hirup urang sadayana nyaeta ngalaksanakeun ibadah jum’at di masjid ieu.

Sholawat sinareng salam mugia tetep kacurahlimpahkeun kanggo junjungan urang sadayana, Nabi Muhammad SAW., ka para sahabatna, ka para tabi’it tabi’in anu satia dugi akhir zaman anu insya Alloh kalebet oge urang sadayana.
Dina kasempetan ayeuna khotib masihan wasiat khususna kanggo pribados nyalira sareng ka jama’ah jum’at sadaya, hayu urang sami-sami ningkatkeun kaimanan sareng kataqwaan ka Alloh SWT ku ngalaksanakeun sagala parentahna sareng ngajauhan sagala laranganna supados kenging ridho ti mantenna. Alloh SWT nyiptakeun manusa teh kalayan makhluk anu panghadena di dunya ieu, jeung dibere akal sarta nurani. Sajabi ti janten hamba Alloh oge janten kholifah di bumi anu dipaparin kawajiban pokok nyaeta ibadah. Dawuh Alloh SWT dina surat adz-dzariat ayat 56 :

“Jeung Kuring (Alloh) henteu nyiptakeun jin jeung manusa teh teu aya lian pikeun maranehna kacuali nyembah ka Kawula.”

Nyembah dina harti luas nyaeta sagala rupa bentuk pangabdian atawa ibadah nu hade didasaran parentah Allah jeung sakumaha Rasulullah parantos nyontohkeun dina ngalaksanakeunna, boh ibadah langsung ka Alloh (Hablu minalloh) atanapi ibadah kasasama manusa (hablu minannas). Sajabi ti eta oge, manusa teh kudu bisa ngalola jeung ngamanfaatkeun naon-naon nu ku Gusti Alloh ciptakeun di dunya ieu pikeun kasejahteraan hirup manusa sebab nu kitu teh masih keneh kaasup kana ibadah.

Hadirin Rohimakumullah,
Urang sadayana yakin yen sagala urusan dunya nu disinghareupan baheula nepi ayena ieu, sanajan urang ngadekul teu euereun-eureun beurang jeung peuting moal aya beakna jeung tungtungna salila hawa masih kaluar tina irung, pagawean jeung pangabutuh teh bakal datang. Salaku jalma nu boga iman mah kudu bisa ngatur jeung ngatasi perkara eta. Sabab lamun urang teu bisa ngatur jeung ngabatasan pangabutuh hirup urang leuwih bahayana leungiteun kabahagian hirup jeung kasaimbangan hirup dina kahirupan sapopoe.

Alloh Maha Adil nyiptakeun kabeh mahluk teh aya pasanganna samodel langit jeung bumi, daratan jeung lautan, halodo jeung hujan, lalaki jeung awewe leuwih tina hal eta jasmani jeung rohani. Patali tina sakian ciptaan nu hade, geus sakuduna urang bisa miara jeung ngatur sanajan sawareh oge nu aya kaitan jeung hajat (pangabutuh) urang salaku manusa supaya bisa maju, lancar, sauyunan tur saimbang, utamana mah pangabutuh jasmani jeung rohani eta. Kasaimbangan dina pandangan Islam teh nyaeta mangrupikeun faktor nu penting, malahan jadi tujuan jeung cita-cita hirup keur muslim. Sakumaha parantos ditetelakeun dina Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 201 :

“Jeung di antara maranehna aya jalma anu ngado’a : ‘Nun gusti, pasihan diri kami kasaean di dunya sareng kasaean di akherat sareng piara diri kami tina siksa seuneu naraka’”.

Leuwih jelasna deui Rasululloh ngadawuh dina hadits nu diriwayatkeun ti Ibnu Asyakir :
“ Jalma nu niggalkeun urusan dunya ngan saukur pikeun akherat teh lain jalma nu hade, kitu oge jalma nu ninggalkeun urusan akherat ngan saukur pikeun dunya kacuali lamun manehna meunangkeun dunya jeung akherat babarengan sabab dunya teh jalan keur ka akherat jeung urang teh ulah jadi beban keur batur”. 

Hadirin Rohimakumullah,
Tina ayat Qur’an jeung hadits di luhur meunang kasimpulan sapertos kieu :
1. Urang sadayana dituntut kudu bisa nyaimbangkeun miwah kapentingan lahiriyah duniawiyah jeung kapentingan ruhaniyah ukhrowiyah, ulah dugi kabeurat sabeulah komo lamun mentingkeun salah sahijina. Duanana kudu saimbang, sajalan, sauyunan jeung saarah. Sakumaha conto saimbang jeung saarahna rel kareta api teu bisa jangkung sabeulah, sabab bisa ngakibatkeun kareta api nyangeyeng malahan bisa tiguling.

2. Dunya teh mangrupikeun jambatan keur nuju akherat. Dunya ieu lain tujuan sabab fana nu sawaktu-waktu geus ditangtukeun ku Gusti Alloh pasti bakal ancur jeng binasa ka asup manusa nu bakal balik nyinghareupan ka nu nyiptakeunana nyaeta Alloh SWT.

Hadirin Sidang Jum’at Rohimakumulloh,
Mung sakieu rupina khutbah nu tiasa didugikeun dina kasempetan ayeuna, mugia aya manfaat khususna kanggo khotib sareng umumna ka para jama’ah salaku kaum muslimin. Mugia Alloh SWT maparin kakiatan Iman tur kataqwaan dina ngalaksanakeun kahirupan urang sadayana sahingga tiasa ngajalankeun parentahna sareng ngajauhan sagala laranganna nu akhirna Gusti Alloh maparin karidhoan-Na. Amin Ya Robbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Minggu, 08 November 2015

Teks Ceramah Islam dalam Bahasa Sunda (untuk Mubtadi)


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ  الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارِ، مُكَوِّرُ اللَّيْلِ عَلَى النَّهَارِ، وَتَبْصِرَةٌ لِأُولِى الْقُلُوْبِ وَالْأَبْصَارِ، وَتَذْكِرَةٌ لِأُولِى الْأَلْبَابِ وَالْإِعْتِبَارِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ، وَعَلٰى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ الْأَخْيَارِ. أَمَّا بَعْدُ
فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالٰى فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (المجادلة : ١١)
وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ((كُنْ عَالِمًا اَوْ مُتَعَلِّمًا اَوْ مُسْتَمِعًا اَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتَهْلَكَ))
تَبَارُكًا فِى الدُّعَاءِ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ... آمِيْن
اَللهم إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Teu aya kecap anu langkung megah, anu pantes diucapkeun ku hiji jalmi anu do’ifah, salian ti manjatkeun puja ka dzat Allah anu Maha Kawasa, Puji didugikeun ka dzat Allah anu Maha Suci, oge Syukur ka dzat Allah anu Maha Ghofur, nyatana Allah ‘azza wa jalla anu ngagaduhan sifat kasampurnaan jeung bersih tina sifat kakirangan.
اَلْمُتَّصِفُ بِكُلِّ كَمَالٍ وَالْمُنَزَّهُ عَنْ كُلِّ نَقْصٍ
Anu parantos maparin nikmat ka makhlukna anu patut ku urang disyukuran sanes dikufuran. Sakumaha Allah ngadawuh dina Al-Qur’an:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Shalawat مع salamna, mudah-mudahan dilimpah curahkeun ka buah manah  Siti Aminah penguasa Makkah pembuka syafa’ah, nyatana kengjeng nabi Muhammad saw., sakumaha imam Ibnu Malik  nyarioskeun dina baet terakhirna :
فَأَحْمَدُ اللهَ مُصَلِّيًا عَلٰى # مُحَمَّدٍ خَيْرِ النَّبِيِّ أُرْسِلَ
Oge henteu hilap ka para kulawargina ka para sohabatna oge ka urang sadayana salaku umatna mudah-mudahan kenging Syafa’atul’udzma ti mantenna.
شَيْخُنَا الْمُكَرَّمُ وَالْمُكَرَّمَةُ، اَلْعَالِمُ اَلْعَلَّامَةُ صَاحِبُ الْفَضِيْلَةِ وَالسَّعَادَةِ
Pimpinan sekaligus sesepuh ieu masjid anu ku simabdi dihormati anu mudah-mudahan aya dina rahmat Gusti anu Maha Suci
بَارَكَ اللهُ فِى عِلْمِهِمْ بَارَكَ اللهُ فِى رِزْقِهِمْ بَارَكَ اللهُ فِى طُوْلِ حَيَاتِهِمْ. آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Alhamdulillah kalayan izin Allah swt., di Haflah anu barokah ieu urang sadayana tiasa patepung lawung patepang wajah dina acara muhadoroh.
Hadirin rahimakumullah...
Dina kitab “Fawa’idulmakiyah” mushonnif Said ‘Alawiy bin Ahmad Asy-Syeghaf, menjelaskan :
لَابُدَّ لِلْعَبْدِ مِنْ أَرْبَعَةِ أَشْيَاءَ : اَلْعِلْمِ وَالْعَمَلِ وَالْإِخْلَاصِ وَالْخَوْفِ
Diwajibkeun ka hiji abid anu hayang salamet dunia akherat, kudu boga 4 perkara ;
1. Ilmu 2. Amal            3. Ikhlas           4. Khauf, nyaeta sieun ku Allah
Coba ku urang tafakkuran, Allah nyiptakeun manusia benten jeung nyiptakeun binatang. Pami binatang mah teu gaduh akal, sedengkeun ari jalmi mah gaduh jiwa, dipasihan akal anu mana eta akal teh kangge nampi pamahaman sareng ilmu ti gusti Allah. Maka dina hiji katerangan dijelaskeun :
اَلْإِنْسَانُ حَيَوَانٌ نَاطِقٌ اَيْ مُدْرِكُ الْعِلْمِ
Manusia teh nyaeta “hewan“ anu berfikir, maksudna tiasa mendakan kana ilmu.
Margi ari ilmu eta diibaratkeun cahaya anu nyaangan ka urang sadayana. Margi saur rosul :
اَلْعِلْمُ نُوْرٌ
“ari ilmu eta cahaya”
Upami aya jalmi teu gaduheun ilmu eta jalmi lir ibarat jalmi anu lolong. Tah ari jalmi buta mah sagala rupi oge pantes, najong baskom, pantes..! nubruk panto, pantes..! malah ragrag kana jurang oge pantes..! kitu oge jalmi anu bodo eta oge pantes wae ngagebrus kana rupi-rupi jenis dosa jeung pamaksiatan. Benten sareng jalmi anu berilmu anu bakal diangkat darajatna ku gusti Allah.
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Hadirin rahimakumullah...
Poin kadua anu kedah dimiliki ku hiji abid nyaeta “amal”. Sabab ilmu moal aya manfaatna pami henteu diamalkeun.
وَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِمَا عَلِمَ فَهُوَ مَحْجُوْبٌ
Saha wae jalmi anu teu ngamalkeun kana ilmuna, eta pasti kahalangan.
Hadirin rahimakumullah...
Poin katiluna nyaeta ikhlas. Margi hiji abid anu ngarepkeun salamet dunia jeung akherat eta teu cukup ku ilmu jeung amal wungkul, tapi salian ti eta kudu didasari ku kaikhlasan.
فَمَنْ لَمْ يُخْلِصِ الْعَمَلَ فَهُوَ مَغْبُوْلٌ
Saha jalma anu teu ikhlas dina midamel amalna, eta jalma anu rugi.
Tapi hadirin sadayana...!
Ilmu, amal sareng ikhlas wungkul mah eta teu nyukukeun janten jaminan, tapi kedah disampurnakeun ku syarat ka opat nyaeta ”khauf”, nyatana sieun ka Allah. Margi Allah ge parantos ngajelaskeun dina Al-Qur’an :
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰى
Saha wae jalmi anu bener-bener sieun ka murka Allah, ngajauhan sagala laranganna, nyegah hawa nafsu tina perkara anu dilarang ku Allah, tah eta jalmi bakal ditempatkeun di Surga tempat kasih sayang Allah.
Hadirin rahimakumullah...
Saba’dana urang ngabahas kana opat poin tadi, hayu urang betot hiji natijah, yen pami jalmi hoyong meunang kabahagiaan dunia aakherat, kedah nyukcruk mapai kana 4 perkarana.
1. Ilmu 2. Amal            3. Ikhlas           4. Khauf, nyaeta sieun ku Allah
Mung sakitu wae panginten anu tiasa ku abdi didugikeun. Kirang langkungna nyuhunkeun dijemblongkeun lawang pangapunten nu saageung-ageungna. Ditutup kalayan do’a.
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Rabu, 30 September 2015

Asma’ Yaa Latiif


Di dalam kitab Syamsul Ma’arif Al-Qubro ( Syeikh Ahmad Ibni Ali Al- Buuny) dan Kitab Abwabul Faroj ( Asyeikh Al-‘Allamah As-Sayyid Muhammad Alwy Al-Maliki Al-Hasani)
Di jelaskan bahwa sesungguhnya Alloh mewakilkan seorang Khodam pada Asma’ Allah AL-LATIFU yang bernama SAYYID BARZIILIN untuk membantu hajat2 nya orang yang bertawassul dengan Asma’ Alloh AL-LATIFU,
Khususiyyah Asma’ Al-latifu mempunyai 4 Kekhususan : 1. Jalburr Rizqi ( Menarik Rizqi )
2. Li Qodoil Hajat ( Unttuk di laksanakan hajat2 )
3. Li Kholasil Masjun ( Membebaskan diri dari penjara )
4. Li Ikhfai an ainidz dzulmah ( Halimunan )

Tata Caranya Adalah :
1. Sholat Sunnat Hajat 2 Roka’at
2. Membaca Istigfar 70 x
3. Membaca Sholawat 70 x
4. Membaca Alam Nasyroh 70 x
5. Mengirim Hadiah Fatihah pada Khodamnya Sayyid Barzilin.
6. Membaca Asma’ Allah Al-Latifu dengan memakai Yaa Nida ( Yaa Latiifu )
129 x 129 = 16641 x
Tiap-tiap mendapat 129 x , Membaca Ayat Latif nya 3x
Dan sebelum wirrid tawasul :
Ila hadroti nabi mustofa muhammadin sholallohu alaihi wassalam wa ala lihi washokhbihi wa ahli baitihi ajmain saiulillahil lahum al fatehah…..1x
Ila hadroti sayyidina ali karomallohi wajhah,al fatehah….. 1x
Ila hadroti syekh abdul qodir al jailani rodiyallohu anhu, al fatehah……….1x
Ila hadroti syekh ahmad asadzily rodliyallohu anhu,al fatehah………..1x
Ila hadroti syekh ahmad rifai,al fatehah………..1x
Ila hadroti wali songo,alfatehah……….1x
Ila hadroti abi wal ummi,al fatehah……….1x
Ila hadroti khusushon manjazani (ki cakra pamungkas),al fatehah……..1x

Khasiat Surat Al-Ikhlas.

"bismillaahirrohmaanirrohiim. Qulhuwalloohu ahad. Alloohushshomad. Lamyalid walam yulad walam yakul lahuu kufuan ahad".

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah hai Muhammad, Dia Allah Maha Esa. Allah Maha Pemurah. Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Tidak ada seorangpun yang dapat mengimbangi-Nya" .


Berikut ini beberapa diantara khasiat Surat AL-IKHLAS yaitu;

⇨Siapa yang membacamengamalkannya dengan ikhlas, maka akan dilepaskan dari kesusahan duniawi, dimudahkan pada saat sakaratul maut, serta dihindarkan dari kegelapan kubur.

⇨Rasulullah s.a.w bersabda bahwa: "Siapa yang membaca Suratul Ikhlas seolah olah ia membaca sepertiga Al-Qur'an".

⇨Riwayat dari Sayyidina Ali r.a. ; Siapa membaca Surat Ikhlas sebanyak 11 kali sesudah shalat Shubuh, maka syaiton tidak akan dapat menggodanya untuk berbuat dosa, meskipun syaiton itu dengan sungguh sungguh hendak menggodanya pada hari itu.

⇨Sayyidah 'Aisyah menerangkan; "Siapa membaca sesudah sholat Jum'at, Surat Al-Fatihah 7 kali, Surat Ikhlas 7 kali, Surat Al-Falaq 7 kali, dan Surat An-Naas 7 kali, maka Allah akan melindunginya dari kejahatan sampai ke hari Jum'at yang akan datang".

⇨Bagi siapa yang hendak pergi musafir, kemudian ketika ia hendak meninggalkan rumahnya (berangkat), ia membaca Surat Al-Ikhlas 11 kali, maka Allah memelihara rumahnya sampai ia kembali.

⇨Sayyidina Anas menerangkan dari Rasulullah s.a.w.; "Siapa membaca Suratul Ikhlas 30 kali, maka Allah akan menulis barokah, selamat dari api neraka dan aman dari azab pada hari kiamat". Wallohu Alam.

Itulah beberapa khasiat dari Surat Al-Ikhlas, semoga bernanfaat.

Jumat, 25 September 2015

Nampi Panganten Versi 1



NAMPIKEUN PANGANTEN SUNDA



Puja nu janten pangedal rasa kasanggakeun  kahadirat Alloh SWT wirehing ngalangkungan widi mante-Na dina danget ieu urang sadaya tiasa ditepangkeun sillaturrahim ngalangkungan acara anu baris limangsung jatukramina cep ……. Putrana ti pangersa bapa …… miwah ibu ……. Ka neng ……. Putri ….. ti pangersa bapa ……. Miwah ibu ……. Harepan anu ageung mudah - mudahan urang sadaya dina danget ieu digunturan rohmat , magfiroh Alloh SWT , Amiiin Ya Robbal Alamiin.
Sholawat sinareng salam pamugi salamina kahaturkeun ka panutan alam junjunan urang sadaya kanjeng nabi Muhammad SAW , kairing para kulawargina , para sahabatna , tug dugi ka ummatna anu salamina turut tumut kana ajaran Mantenna dugi ka poe qiamah.
Para sepuh ,pini sepuh hormateun simkuring 
Purwa pamaksadan simkuring neda widi sasanggem ngabantun asmana sohibul bait pangersa bapa ….. miwah ibu ….. ,tipayun neda tawaquf saupami basa simkuring kirang merenah , kirang tata , titi , duduga ,sareng peryoga kawantu simkuring sanes ahlina.
Salajengna , simkuring asmana sohibul bait kairing sakadang wargi nu aya di dieu ngahaturkeun AHLAN WA SAHLAN WA MARHABAN BIQUDUMIKUM , bagea wilujeng sumping , sumping kalayan nu diaping , ngaping kairing rasaning galih nu wening , gebrayna muka payung lain mukakeun sagawayah , mukakeun rasa kabungah , mayungan nu rawuh cunduk geubray mukakeun lawang kabagjaan .
Dina danget ieu simkuring ngaraos bingah amarwata suta , bingah kagiri-giri , kabingahan nu taya papadana , wirehing para tatamu nu ditunggu ti kapungkur , nu dianti ti bihari , nu diantos ti bareto kiwari cunduk sumping . Da tadi mah sakedapan simkuring parantos gelisah , utamina pun anak neng …. Katawis pisan gelisahna , malih teu sadar ngajorowok kieu ; kang ……. Tidakkah kau rasakeun seperti yang aku rasakan saat ini ? .Malih nalika ningal abringan manuk  pun anak  ngajorowok deui : wahai ….. serombongan burung yang terbang siapakah diantara kalian yang akan meminjamkan sayapnya agar  aku dapat menjumpai kekasihku kang……..
Namun Alhamdulillah cunduk waktu ninggang mangsana , kersana besan kairing rombongan kiwari cunduk sumping , namun pamugi ageung tawaqupna wirehing kabingahan simkuring dina danget ieu heunteu disarengan ku panampian anu utami ilaharna katatamuan ,hal ieu tangtos kadar kamampuan simkuring mung sakieu buktosna .
Para sepuh , pii sepuh hormateun simkuring
Kedal lisan pamaksadan anu nembe kahaturkeun istuning natrat , eces jentre kahartos ku urang sadayana , manawi ku simkuring tiasa disimpulkeun kasumpingan para tatamu anu jauh dijugjug , anggang hamo diteang , teu aya sanes saurna nyandak tilu pamaksadan anu utami :
Anu kahiji sanggemna seja nyanggakeun sillaturrahmi . Alhamdulillah ku simkuring ditampi . Leres pisan diantawis para tatamu sareng  simkuring sadaya nu araya di dieu masih keneh aya tatali saagami , kebeungkeut dina hiji aqidah  anu sarua dina kalimat 2 kalimat syahadat , alloh SWT ngadawuhkeun INNAMAL  MU’MINUUNA  IKHWAH ,  saestuna diantawis papada mu’min eta masih baraya. Kalayan harepan anu ageung ngalangkungan sillaturrahim dina danget ieu janten hiji wasilah tausiqul ukhwah wal wahdah , langkung kiatna tatali wargi sareng persatuan diantawis papada ummat islam .
Anu kaduana sanggemna , kersana ki besan kairing rombongan ngeungkeuy ngalet  ngabandalet , ngemat – ngemat nyatang pinang , teu aya sanes seja nohonan janji anu parantos pasini , nyambungkeun carita anu katunda , wireh dina sawatara waktos kalangkung cep …. Sareng neng ….. diwuwuh ku sepuhna sewang – sewangan parantos ngayakeun hiji babadamian seja ngahijikeun tatali ati ku pamatri asih , mengket kadeudeuh ku kameumeut , geusan mungkas mangsa lalagasan sewang – sewangan . Patali hal eta simkuring asmana sepuhna neng ….. pangersa bapa …… miwah ibu ….. seja nampi cep …… kalayan insya alloh sakedapan deui baris diistrenan.
Salajengna , saupami tadi kersana kasepuhan ti pihak besan parantos tumada kana kaayaan cep …. , pon nyakitu deui kaayaan neng ….. sanaos ditingal tina waruga mah katingal parantos dewasa , yuswa parantos nyekapan kana jatukrami , tapi istu masih keneh atah , meryogikeun kana bimbingan sareng atikan utamina kanggo mayunan kahirupan rumah tangga , nya dina danget ieu pisan simkuring asmana sepuhna neng ….. neda ka kersana besan pamugi ulah kendat miwurukan , harepan anu ageung tiasa ngahontal kahirupan rumah tangga anu sakinah , mawaddah , warohmah . amiin ya robbal alamiin .
Anu katiluna sanggemna , seja nyanggakeun tawis kadeudeuh tilam katresna kanggo neng …..khususna oge kanggo sepuhna mangrupi barang cacandakan , ku simkuring disuhun dina emun - emunan , kalayan ngahaturkeun jazakumullohu ahsanal jazaa , mudah – mudahan sadaya rupi kasaean anu parantos kahaturkeun kenging pangwales ti Alloh SWT . Sanaos kanggo simkuring mah ku kasumpingan kersana besan ge tos mangrupikeun kabingahan anu taya papadana. Malih saur neng …….. kieu ‘’ lain beruang lain kudana , meuli beas ka pondok gede , lain uang lain bawana , nu penting nyandak nu heuras jeung nu gede , wios kangkung teu ti yogya , asal dijingjing kana kardus , wios salira heunteu ringkung heunteu bawa , asal abdi abdi tiap enjing tiasa adus , wios kangkung teu ti yogya , asal paranjang gagangna , wios salira heunteu ringkung , heunteu bawana , asal panjang gagaduhannana.
Rupina kedal lisan panampian dicekapkeun sakitu , sateuacan simkuring mungkur pamit neda ageung pangapunten tina tutur catur nu teu kaukur , basa anu pasalia , teu nincak kana undak usuk basana ,. Kawantu simkuring sanes ahlina. Mudah – mudahan dua panganten anu sakedapan deui baris diistrenan tiasa ngahontal hiji kahirupan rumah tangga anu sakinah , mawaddah , warohmah .
Wabillahi taufiq wal hidayah , wassalamu alaikum wr.Wb

NYERENKEUN PANGANTEN Versi 1




NYERENKEUN PANGANTEN


Puja nu janten pangedal rasa kasanggakeun ka Alloh Azza Wa Jalla , wirehing ngalangkungan widi Mantenna dina danget ieu urang sadaya tiasa sillaturahim magehan tatali wargi , kalayan harepan anu ageung mudah- mudahan Alloh SWT dina danget ieu geusan ngagunturan piwelas-Na ka urang sadaya . Amiin Ya Robbal alamiin.
Teu kakantun sholawat sinareng salam pamugi salamina kahaturkeun ka panutan alam , rosul akhir zaman nabi Muhammad SAW kairing para kulawargina , para sahabatna , tug dugi ka ummat –Na anu salamina turut tumut kana ajaran Manten-Na dugi ka akhir zaman.
Bapa miwah ibu , sepuh jaler anom anu ku simkuring dipihormat , utamina kulawedet pangersa bapa …. Miwah ibu………. Purwa pamaksadan tipayun simkuring neda widi sasanggem ngabantun asmana pangersa …..bapa miwah ……. Namun neda ageung pangapunten tipayun saupami basa simkuring kirang merenah ,kirang tata , kirang titi , duduga sareng peryogana kawantu simkuring sanes ahlina.
Salajengna , simkuring kairing rombongan dina danget ieu ngaraos bingah amarwata suta bingah kagiri –giri ,ngaraos kabingahan anu teu aya papada wirehing simkuring sarombongan gasik ditampi ,dibageakeun kalayan utami , nu janten tawis pangersa bapa … miwah ibu….. kairing sadaya wargi nu aya di dieu sararae manah, simkuring seja nyanggakeun pangdunga mudah –mudahan sadaya rupi kasaean anu parantos kahaturkeun pamugi kenging pangwales ti Alloh SWT , kalihna ti eta neda ageung pangapunten kadongkapan simkuring kairing rombongan parantos ngabarobihkeun ka sadayana.
Bapa miwah ibu ,sepuh jaler anom anu ku simkuring dipihormat
Salajengna enggal anu dipimaksad , rehna simkuring sarombongan jauh dijugjug , anggang hamo diteang ,ngengkey ngalet ngabandalet , ngemat nyatang pinang . basa kiwari nyebatkeun mapay jalan satapak ngajugjug kahiji lembur teu karasa capena patali simkuring tumpak mobil , teu aya sanes ngagaduhan pamaksudan anu tangtu , diantawisna :
Kahiji simkuring sarombongan seja nyanggakeun sillaturrahim wirehing masih aya tatali wargi saagami , kabengket dina aqidah anu sarua  kalimat dua kalimah syahadat , harepan anu ageung mudah –mudahan janten wasilah tausiqul ukhwah wal waahdah , langkung kiatna tatali wargi oge persatuan diantawis urang papada ummat islam .
Kaduana simkuring sarombongan ngabujeng ka ieu patempatan aya paripaos jauh dijugjug , anggang hamo diteang , ngeungkeuy ngaleut ngabandaleut , ngemat –ngemat nyatang pinang teu aya sanes seja nohonan janji anu parantos pasini ,nyambungkeun carita nu katunda wireh cep …. Sareng neng …… diwuwuh kusepuhna sewang –sewangan parantos ngayakeun hiji babadamian seja ngahijikeun tatali ati ku pamatri asih ,mengket kadeudeuh ku kameumeut geusan mungkas mangsa lalagasan sewang –sewangan , nya dina danget ieu simkuring asmana sepuhna cep ….. pangersa bapa …. miwah …. Ibu …. Seja nyanggakeun cep ….. ka sepuhna neng …… kanggo aya paripaos nyanggakeun cep ….. ti luhur sausap ketu buatan garut , ti handap sapatu buatan cibaduyut , ti tengah sausap anu murungkut , mung poma ka neng ……. Ulah disundut. Salajengna aya paripaos babasan sepuh kapungkur , MA FI HADZAL ALAM SYAIUN KAMIL , urang batawi nyebatkeun tiada gading yang tak retak , murangkalih di sakolaan nyebatkeun no bodys perfect , nu ngandung hartos yen di alam dunya ieu teu aya anu sampurna , pon kitu deui buktosna cep …. Sanaos ditingal tina yuswa mah parantos nyekapan jatukrami , waruga katingal dewasa ,saur sepuhna mah dedeg sampe rupa hade , namun ….. istu masih keneh atah , masih meryogikeun kana didikan sareng atikan kangge ngambah sagara kahirupan rumah tangga . patali sinareng hal eta simkuring asmana sepuhna cep …… neda ka kersana besan di dieu pamugi ulah kendat – kendat miwurukan , ngadeudeul ka pun anak dalah mandar janten wasilah tiasa ngahontal kahirupan rumah tangga anu sakinah , mawaddah , warohmah . Amiin Ya Robbal Alamiin.
Salajengna simkuring sarombongan upami ditingal tina abringan kalintang pisan seueurna dumeh kelebet kulawarga besar , minangka ngiring jajap tawis bingah salah sawios wargina dina danget ieu pinanggih sareng jodona , namung upami ditingal tina cacandakan mah aya paripaos istu teu nyandak jangjang jingjingeun , kelek kolekeun , kapal keupeuleun . Namun aya tawis kaasih , tilam kadeudeuh duka encit sacewir , jarum sapotong , pecah belah rumbah sadongkapeun , pamugi ditampi kalayan mudah –mudahan aya manfaatna khusus kanggo neng ….. umumna kanggo kulawarga di dieu.
Rupina kedal lisan pangjajap asmana bapa ….. miwah ibu ….. dicekapkeun sakitu , sateuacan simkuring mungkur neda ageung pangapunten tangtos basa simkuring kirang merenah teu luyu sareng adat kabiasaan di dieu pamugi age tawaquf.
Pamungkas urang sami – sami ngado’a mudah –mudahan dua panganten anu sakedapan deui baris diistrenan mugia tiasa ngahontal hiji kahirupan rumah tangga anu sakinah , mawaddah , warohmah .
Amiin Ya Robbal Alamiin .
Wabillahi Taufiq Wal-hidayah Wassalamu Alaikum Wr.Wb

Nata Acara Panganten Versi 1




PANATA ACARA SUNDA



1 . NALIKA PANGANTEN PARANTOS NGABARIS
Tawis bingah tanpa tanding , nu dianti ti bihari kiwari cunduk sumping . kalayan asmana kulawarga bapa …… miwah ibu ….. ngahaturkeun AHLAN WA SAHLAN WA MARHABAN BIQUDUMIKUM , bagea wilujeng sumping ka sadaya para taatamu calon pameget . ( langsung disambung bacaan sholawat bareng jeung panganten oge nu ngajemput  mulai jalan )
2 . NALIKA ROMBONGAN BESAN TOS PAHAREUP – HAREUP JARAK 1 METER
Sumangga ka ibuna neng ….. pados kapayun kanggo ngalungkeun mangle ka cep …… (nalika bade dikalungkeun kembangna ) ngucapkeun : saruntuy kembang kaasih , mugia ngaruntuy manjangkeun tatali wargi , mageuhan tali sillaturrahmi .
Sumangga ka sadaya rombongan tatamu kanggo ngaluuhan tempat anu parantos disayogikeun !
(bacaan sholawat diteruskeun deui nepi ka sadaya tamu merenah dina pangcalikan resepsi )
3 . NALIKA ROMBONGAN PANGANTEN LALAKI PARANTOS TARTIB CARALIK
Patali waktos parantos samporet , bawiraos paranteh tumaninah dina tempat sewang – sewangan , rupina acara seren tampi dina danget ieu seja dikawitan .
Assalamu Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuhu (bubuka ku bahasa arab gumantung MC )
Bapa miwah ibu , sepuh jaler anom anu ku simkuring dipihormat
Tipayun sumangga urang sasarengan muji syukur ka alloh SWT anu parantos ngersakeun urang sadaya tiasa kumpul ngariung di ieu patempatan , kanggo sami – sami nyakseni akad nikahna neng …. Putri ti pangersa bapa …. Miwah ibu ….. ka cep ….. putrana ti pangersa bapa ….. miwah ibu ……. , kalayan pinuh ku pangharepan mudah – mudahan Alloh SWT geusan maparin rohmat diwuwuh salam ka urang sadayana , Amiin Ya Robbal Aalamiin.
Sholawat sinareng salam pamugi salamina kahaturkeun ka rosul panutan alam nabi Muhammad SAW , ka kulawaargina , sahabatna , tug dugi ka ummat Mantenna anu salamina turut sareng tumut dugi ka poe qiamah.
Salajengna simkuring neda widi ngadeg dipayuneun para sepuh sadaya , wirehing simkuring kenging pancen salaku panata calagara seren tampi cep ….. ka sepuhna neng ….. di dieu. Kalayan urang sami - sami buka ku aosan basmallah , mudah – mudahan acara anu baris lumangsung aya dina kalancaran dugi ka rengse, bismillahirrohmanirrohim .
Aya babasan sepuh kapungkur mun mipit kudu amit , mun ngala kudu menta , datang katingali tarang , undur katingali pundur , tinangtos tatamu ngabujeng ka ieu patempatan  ngagaduhan pamaksadan  anu tangtu , kanggo ngawaler eta patarosan sumangga dihaturanan ka sulur sepuh ti para tatamu kanggo ngadugikeun kedal lisan pamaksadan .  (wawakil ngadugikeun pamaksadan )
4 . UCAPAN   SAATOS SAMBUTAN TI BESAN PAMEGET
Lisan pangjajap istuning natrat , tinangtos pangjajap kedah aya panghiap , panghiap nu rawuh cunduk . kanggo ngawler sadaya rupi pamaksadan anu nembe kahaturkeun ku sulur sepuh ti para tatamu , sumangga dihaturanan ka pangersa bapa ……. , kalayan sadaya sumangga dihaturanan .
5 . UCAPAN SAATOS LISAN PANAMPIAN
Kedal ilsan panampian nembe kahturkeun , manawi ku simkuring disimpulkeun batu turun kesik naek , kalapa tonggoheunnana , cep ……. Purun , neng ……. Daek sarua bogoheunnana , batu turun kesik naek , kebon kolot disapuan , cep ….. purun neng …… daek ku kolotna disaluyuan .
Salajengna seren tampi tawis kaasih tilam katresna secara simbolis anu baris kahaturkeun ti ibuna cep …… ka ibuna neng …….. kalayan sadaya hormat suka ibuna mangga ka ibuna cep ….. sareng ka ibuna  neng ….. supados kapayun , sementawis anu sapalihna tiasa diestapetkeun , ka anu kenging pancen kanggo nampi cacandakan sumangga supados ditartibkeun .
6 . UCAPAN SAATOS RENGSE SEREN SUMEREN BARANG BAWAAN
Para sepuh , pini sepuh hormateun simkuring
Sumangga urang sami sakseni lumangsungna akad nikah anu baris dilaksanakeun  di …….. , ka calon panganten pameget  kairing ingkang rama , sumangga dihaturanan . salajengna ka sadaya kasepuhan anu seja nyakseni sumangga dihaturanan linggih dina tempat anu parantos disayogikeun .
Salajengna , sateuacan lumangsungna akad nikad anu baris dijejeran ku petugas KUA kec …… geusan nambih - nambih kabarokahan khususna kanggo ka  anu baris diistrenan , umumna kanggo urang sadaya nu sami hadir sumangga  dangukeun aosan ayat suci Al-qur,an anu baris dihaturkeun ku pangersa / saderek ……. , ka pangersa / saderek  …… sumangga dihaturanan .
7 . UCAPAN SAATOS AOSAN AYAT SUCI ALQUR-AN
Rengse kapihatur aosan ayat suci Al-qur,an , salajengna  lumangsungna akad nikah anu baris dijejeran  ku petugas ti KUA kec ……, kalayan kahormatan waktos sagemblengna dihaturanan .
8 . UCAPAN SAATOS AKAD NIKAH
Alhamdulillah akad nikah rengse dilaksanakeun , sumangga urang sami – sami ngado’a  , mudah – mudahan dua panganten anu nembe diistrenan tiasa ngahontal hiji kahirupan rumah tangga anu sakinah , mawaddah , warohmah , amiiin ya robbal alamiin .
Salajengna ka dua panganten kairing sepuhna  dihaturanan linggih di tempat anu parantos disayogikeun kanggo nampi pangwilujeng ti sadaya para tatamu . salajengna ka sadaya  kasepuhan oge para tatamu dihaturanan kanggo sami –sami ngabageakeun ka dua panganten , dilajengkeun haturan sapulukaneun dina tempat anu parantos disayogikeun .
Pamungkas ti simkuring salaku panata calagara neda ageung pangapunten , tangtos salami ngajejeran acara seueur kakirangannana .
Wabillahi taufi walhidayah wassalamu alaikum Wr.Wb

Kamis, 24 September 2015

AJI SEMAR LUNGGUH


Mantranya :
Ingsun amatek ajiku si semar lungguh
Uri uri semar teko welaja asihku
Suryo kembar panetraku
Hong semar lungguh nang jagad
Bumine satriyo
Langite Begawan
Kabeh welas welasih
Wibowo ne ksatriyo
Tumindake Ksatriyo
Pamore Waskitho
Hong si semar lungguh .. Lahaulla quwata illabilahil ‘ayiyil ‘adhiim (mantra dibaca 100x setiap matahari terbit atau ba’da subuh)
























Tata lakunya :
Puasa sunnah 3 hari dari hari kelahiran

TIRAKAT MENGEMBALIKAN SIHIR DAN SANTET


Ki Wong Djowo (nozzle_bikes@yahoo.com )

Assalamu’alaikum Wr Wb salam pamuji rahayu dalem ingkang ki wongalus dan para sedulur sedoyo yang saya hormati, Kembali ijinkan saya Wong Djowo ini berbagi setitik ilmu yang telah dianugerahkan sang hyang murbeng dumadi dadi gusti Allah SWT. Amalan ini adalah berbentuk tirakatan yang lumayan cukup berat khususnya untuk menghadapi santet yang lumayan tinggi dan sukar untuk dilawan. Semoga setitik amalan saya ini berguna bagi pembaca pada umumnya dan memperkaya pustaka keilmuan diblog tercinta ini berikut tirakatannya :


1. Puasa 40 hari, mulai sabtu kliwon (Buka tanpa makanan Bernyawa sifatnya berasal dari makhluk bernafas / hidup)


2. Setiap malam salat hajat mohon dikembalikan kezoliman org yg menyihir.


3. Setiap habis salat hajat Baca amalan : Tasawul ke Rasulullah, Para Sahabat, nabi Khidir, Nabi Sulamian Bin Daud AS, Syaikh abdul qadir jailany al baghdadi, Kanjeng sunan kalijaga, Para Ulama, Para ahli kubur minal muslimin wal muslimat..


– Al fatihah 7x, Ayat 3 serangkai (kulhu,annas, al falaq ) 7x


– Baca surat tabarok 1x, Yasin 1x.


– kullun nafsin dza iqaatul mauti Lahaulawaquwwataillabillah 1000x


– Ya-Mudzdzill 1000x


– Ya Hasiib 1000x


– Ya Mu’id 1500x


– Ya mumiit 1500x


– Ya muakhir 1500x


– Ya hakiim 1500x


– Lalu doa mohon : DUH GUSTI ALLAH PEPARENGI KULO PITULUNGAN, HANCURKAN ZOLIME SI … BIN … , AMATENI NIYAT LAN ZOLIME SI… BIN… LAN KERSANING KEKUATAN ALLOH.ATAU YA ALLAH HAMBA MOHON PERTOLONGAN, HANCURKAN KEZOLIMANNYA SI … BIN …, MATIKANLAH SEGALA NIYAT SERTA KEZOLIMANNYA SI …. BIN…TERHADAP HAMBA & KELUARGA HAMBA. HANCURKAN SEGALA SIHIRNYA DAN TIPU DAYANYA LAN KERSANING KEKUATAN ALLOH LAHAULAWALAQUWWATAILLABILLAH. (BILA TIDAK TAHU ORANG YANG MENZALIMI DAPAT DI GANTI DOA DIBAWAH)


4. Pada Hari ke 40 Pada saat menjelang subuh, ambil sepotong gedebong pisang jika bisa dengan jantungnya & kelapa gading & sebilah golok tajam.


5. Siapkan kembang 7 rupa, dupa arab/menyan.


6. Salatkan selayaknya mayat di dawamkan ke org zolim tersebut.


7. Lalu sebelum matahari terbit atau pada saat subuh. Taburkan kembang dan nyalakan dupa ke gedebong pisang tadi. Menghadap arah kiblat sembari mengucap innalillahi wa inna ilaihi rojiiun.


8. Sebelumnya taruh gedebong pisang diantara 2 buah bangku.


9. Setelah selesai di atas lalu, Ambil golok sebelum mengambil golok bacalah surat 3 serangkai terlebih dahulu.


10. Kemudian ambil lalu, bersiap membelah gedebong pisang & Kelapa gading tersebut dengan tebasan yang keras bertenaga. Tebaslah di tengah2 gedebong&kelapa gading tersebut.


11. Sebelum menebas baca rapalan / doa ini :


NIYAT INGSUN AMATENI ZOLIMME SI …. BIN ….


AMATENI NIYATE DZOLIME SI … BIN….


AMATENI SIHIRE SI … BIN….


AMATENI KHODAM SIHIRE SI … BIN ….


AMATENI SEKABEHING KEZOLIMANE SI … BIN …


SUN TAK ANTEMKE LAN KUASANING ALLOH


YA KURODAT.. 7X


YA IRADAT … 7X


LAHAULAWALA QUWWATA ILLABILLAHIL DST.


ALLAHU AKBAR! (KEMUDIAN TEBAS GEDEBONG PISANG DAN KELAPA GADING)


12. Lalu kubur atau larung kedebong tersebut ke kali atau sungai.


13. Sodaqoh anak Yatim semampunya (Bisa juga buncengan tumpengan dibagikan ke anak yatim)


Note : Kegedebong pisang yang dipakai pisang raja beserta jantungnya.(simbol akan ruh orang yang akan kita patahkan kezalimannya ). Kelapa gading (kelapa kuning/ simbol kedigjayaan orang yang menyantet akan di binasakan khodamnya). Gak beberapa lama sang penyihir akan mengalami musibah yang parah hingga kematian termakan ilmunya sendiri.


Bila tidak diketahui yang menyihir ganti mantranya dengan :


SAPA SING AWANG UWUNG GAWE ALA MARANG


AKU TAK PATENI SAK JREONING AWAKMU LANTARAN


KAROMAHE KANJENG SUNAN KALIJAGA


NIYAT INGSUN AMATENI ZOLIMME


AMATENI NIYATE DZOLIME


AMATENI SIHIRE


AMATENI KHODAM SIHIRE


AMATENI SEKABEHING KEZOLIMANE WONG KANG BECIK LAN


GAWE ALA MARANG AKU HU YA ALLAH


SUN TAK ANTEMKE LAN KUASANING ALLOH


YA KURODAT.. 7X


YA IRADAT … 7X


LAHAULAWALA QUWWATA ILLABILLAHIL DST.


Tidak lama setelah hari 40 yang menzalimi akan terkena musibah yang luar biasa keras. Semua kembali kepada kekuasaan Sang Khalik pencipta Alam Semesta.


IJAZAH: BISSMILLAH SAYA IJAZAHKAN AMALAN INI KEPADA KIWONGALUS DAN PEMBACA PADA UMUMNYA SEMOGA BAROKAH DUNIA DAN AKHIRAT. (TERIMA IJAZAH KIRIM AL FATIHAH KE KANJENG SUNAN KALIJAGA) @@@

Naskah (teks) Seren Tampi Panganten


BIANTARA NYÉRÉNKEUN PANGANTÉN
Assalamu’alaikum wr. wb.
Inna hamdalillah Nahmaduhu wa nastai’nuhu wa nastagfiruhu wa na udzubillahi min syururi anfusina wa min sasyyiati a’malina. Mayyadzillahu fala mudzilallah wama yuddiluhu fala hadiyalah. Asyhaduanla ilaha illalah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluhu, la nabiya ba’dah.
Minangka bubuka pisanggem, sim kuring nyanggakeun sadaya puji ka Alloh Nu Murbeng Alam, anu midamel sareng ngurus bumi-langit katut sapangeusina. Ku ayana widi ti Anjeunna, urang sadaya tiasa kumpul riung di dieu, enggoning nepangkeun sareng manjangkeun tali silaturahmi, antawis kulawargi ti Désa Simpang Kacamatan Takokak sareng kulawargi ti Désa Parakanmanggu Kacamatan Parigi. Mugi-mugi waé ieu pajemuhan téh aya dina rido sareng ginulur rahmat Gusti Nu Maha Widi. Atuh kalih ti éta, urang ngariung téh seja nyakséni kalayan ngadorong ku du’a kana naon rupi anu dipimaksad ku sohibul makosid sakulawargi.
Solawat sinareng salam mugi-mugi dikocorkeun ka jungjunan urang sadaya, habibana wa nabiyana, Kangjeng Nabi Muhammad SAW, kalayan mugi-mugi dikocorkeun ogé ka kulawargina, ka para sohabatna, ka tabi’in tabi’atna kalebet urang sadaya kaom muslimin anu tumut kana ajaranana. Pamugi urang sadaya kalebet umat anu kénging syafaat di yaumil ahir. Amin.
Bapa kalih ibu, hadirin hormateun sim kuring!
Langkung ti payun ngahaturkeun réwu nuhun ka panata acara anu parantos maparin kasempetan ka sim kuring kanggo cumarios dina ieu pasamoan.
Hatur séwu nuhun utamina kasanggakeun ka pangersa Bapa Hasan sakulawargi anu parantos ngangken kalayan nampi ka sim kuring sinareng rombongan, ku panampian anu kalintang nyugemakeunana. Abot nyuhun abot nanggung abot narimakeunana. Teu aya anu tiasa dipisanggem iwal ti seja menekung ka Nu Maha Agung, ngamugi-mugi ka Gusti Nu Maha Suci, pamugi rupining kasaéan Bapa Hasan sakulawargi sing janten amal soléh anu dipirido ku Alloh SWT. Amin.
Bapa Hasan miwah Ibu Hasan sakalih, kitu deui wargi-wargi anu sami ngaluuhan ieu pajemuhan, sim kuring misanggem di dieu téh minangka wawakil pun lanceuk, nyaeta Bapa sareng Ibu Rojiun, ti desa Pager Maneuh kec Manjang Jaya. Sim kuring dipasihan pancen kedah masrahkeun putrana pun lanceuk, wastana Rahmat, anu insya Alloh moal lami deui bade didahupkeun ka putra Bapa sareng Ibu Hasan, nami Neng Nengsih. Kantenan, ieu pancen téh kanggo sim kuring mah teu kinten abotna. Rumaos pisan, sim kuring tuna ku pangabisa. Sok rajeun soteh aya anu ngahiras, ukur purah janten tukang naktak, kurad-kored sareng pucal-pacul. Dupi ayeuna, bet kedah janten wawakil kanggo masrahkeun pipanganteneun. Asa rempan sim kuring téh. Rempan ku dua ku tilu. Boh bilih ieu pancen teu kaawakan ku sim kuring. Boh bilih aya basa anu kirang merenah larapna. Namung, ku margi tos dipasihan kapercantenan anu sakitu ageungna ti kulawargi pun lanceuk, asa awon kasebatna upami eta kapercantenan ku sim kuring dimomorekeun. Nya bade lahlahan wae ieu mah. Bade nyobi-nyobi, etang-etang lauk buruk milu mijah. Jalaran kitu, langkung ti payun neda sih hapunten, bilih aya catur nu teu kaukur, bilih aya basa nu teu kareka.
Bapa miwah Ibu Hasan sakalih, pun lanceuk sawargi-wargi darongkap ka dieu téh seja aya nu dipimaksad. Rupina ku Bapa sareng Ibu Hasan oge parantos kagalih. Namung teu aya lepatna saupami ku sim kuring didadarkeun deui kalawan langkung tandes. Janten kieu gek-gekana mah, wirehna kapungkur sabadana pun alo, Cep Rahmat, patepang nu munggaran sareng Neng Nengsih, rupina ngaraos kapetik ati kapentang asmara cinta. Bubuhan Neng Nengsih apan sakieu sieupna. Saur juru pantun mah geulisna bawa ngajadi endahna bawa ti kudrat. Dedeg sampe rupa hade. Gadona endog sapotong, beungeutna ngadaun seureuh, irungna kuwung-kuwung, tarangna teja mentrangan. Diteuteup ti hareup sieup disawang ti tukang lenjang. Pantes saupami Cep Rahmat teras kagembang kapengpeongan. Atuh kaleresan diwuwuh ku batu turun keusik naek, itu purun ieu daek, dugi ka pasini jangji hoyong cacap jatukrami.
Dina danget ieu, Cep Rahmat téh rupina seja maheutkeun jangji pasinina, gaduh maksud hoyong mungkas alam lalagasan, ngancik di alam rimbitan, teteg jejem rek muru ka bale nyungcung, manawi aya rido ti Gusti Nu Maha Agung.
Dina ieu nkasempetan, kalayan kasakseni ku wargi-wargi, oge diwuwuhan ku para sepuh, sim kuring seja nyanggakeun pun alo, Cep Rahmat, ka ramana Neng Nengsih, pangersana Bapa Hasan kanggo ditikahkeun dina danget ieu.
Atuh ka Bapa Hasan sarimbit, hususna ka Neng Nengsih, ti danget ieu Bapa sareng Ibu salaku sepuhna nyanggakeun Cep Rahmat, ti luhur sausap rambut ti handap sahibas dampal, ti tengah tina pangkonan. Nyanggakeun rambutna salambar, getihna satetes, ambekanana sadami. Nyanggakeun ti luhur saujung ketu, ti handap saujung sapatu, di tengahna anu kitu, anu sawaktos-waktos sok jiga surutu.
Kalihna ti eta, Cep Rahmat dongkapna ka dieu téh estuning henteu jangjang henteu jingjing. Mung ieu we saurna nu dibantun téh mung sarupi, nyaeta nu ngaringkuk kawas kuuk, nu bosongot kawas marmot, nu ngarengkol osok ngompol.
Numawi Cep Rahmat teras ngareka sisindiran:
Pa Camat nyorang tanjakan
Jalanna maju ka kidul
Wios Cep Rahmat teu cacandakan
Asal etana bedegul
Saur Cep Rahmat, eta nu bedegul lir doran pacul téh tos ngukuntit ti aalit, dicacandak ti bubudak, nanging estu teu acan pisan digolangkeun. Bubuhan dipake pamikul bengkung, dianggo pangeret bingkeng, dianggo tihul teu hurung. Numawi teras dibantun we ka dieu. Manawi di dieumah tiasa dimangpaatkeun ku Neng Nengsih, dianggo geusan nyiptakeun kabagjaan lahir batin. Jadi pamatri asih laki rabi dina ngambah sagara rumah tangga.    
Bapa kalih ibu, hadirin palawargi hormateun sim kuring!
Sateuacan nampi kana ieu pamaksadan, pamugi kauninga utamina ku Neng Nengsih, wirehing Cep Rahmat téh mung jangkung luhur salirana wungkul. Ditilik tina harti sareng hartana mah estuning sepi harti tuna harta, suwung ku kaweruh. Atuh ditilik tina rigigna sanes rigig santri, direret tina legegna sanes legeg Bapa Lebe, masih keneh meryogikeun pangatik sareng pangdidik ti para sepuhna, malah mandar tiasa ngawangun rumah tangga sakinah sakumaha anu dipiharep ku urang sadaya.
Bapa kalih Ibu, dongkapna sim kuring sareng rombongan ka ieu tempat téh katingalna mah ngaleut ngeungkeuy ngabandaleut ngembat-ngembat nyatang pinang. Nanging ngaleut téh henteu leubeut ku tanggeuyan, ngembat téh teu rebo ku cacandakan. Ngabringna henteu rimbil ku jingjingan. Estuning keupat eundang ngadaleungdang, indit sirib ngaligincing. Eta cenah aya nu kajingjing sakedik, kabantun bari ngalangkung, duka naon. Duka artos sapeser duka kaen sacewir. Eta mah haturan wae kanggo Neng Nengsih tamba isin ngaligincing.
Minangka pangjajap pangjurung laku ka Cep Rahmat sareng Neng Nengsih, hidep duaan téh mangrupi sekar munggaran anu mekar mangkakna pinuh ku harepan. Beber layar tarik jangkar, ngarencana mungkas mangsa lalagasan, sapuk rek muru ka bale nyungcung. Mugi-mugi pamaksadan hidep duaan sing tiasa tinekanan. Sing teteg henteu galideur dina nyorang paneka rumah tangga.
Sabada diwalimahan, mugi-mugi hidep duaan sing tiasa ngawangun rumah tangga nu ngarunggunuk kawas dukuh, ngarandakah kawas majah, ngarendekeh kawas sereh. Sing ayem tengtrem kutaraharja. Runtut raut sauyunan, sareundeuk saigel sabata sarimbangan sabobot sapihanean. Ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salebak. Ka cai sing getol mandi, kadarat sing getol solat. Sing tiasa silih simbeuh ku kadeudeuh, silih kojayan ku kanyaah, titih rintih mupusti kaasih, tebih tina hiri dengki anggang tina pacengkadan. Sing jauh tina salingkuh, guyub akur sauyunan, ngawangun rumah tangga nu sakinah mawadah wa rohmah.
Bapa miwah ibu, hadirin palawargi hormateun sim kuring, rupina pisanggemeun sim kuring urang cekapan sakitu wae. Mugi agung cukup lumur, jembar hapuntenna anu diteda, bilih langkung saur bahe carek. Bilih aya budi anu kajingjing ti tepis wiring, basa anu kacandak ti padfesaan. Bilih aya nu kabadug kalbu kagedak manah, kabentur tuur kabentar taar, kababuk punduk kapangkek kelek, kaciwit imbit katajong tonggong sareng bobokong. Hapuntenna anu kasuhun.
Pamungkas pisanggem, hatur sewu nuhun kana samungkawis perhatosanana.
Wabillahi taufik wal hidayah. Wassalamu’alaikum wr.wb.
                
BIANTARA NARIMA CALON PANGANTÉN
Assalamu’alaikum wr. wb.
Alhamdulillahiladzi hadzanalihadza wama kunna linahtadiya laula anhadzallah.
Allohumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin ‘abdika wannabiyyika warosullikannabiyil ummiyi wa ‘ala alihi washobihi wassallam.
Puji sinareng sukur urang sanggakeun ka Gusti Nu Maha Suci. Kalayan rahmat sareng karunia ti Manten-Na, alhamdulillah dina dinten ieu urang sadaya tiasa riung kempel dina ieu pajemuhan, dina raraga silaturahmi. Kalihna ti éta, urang kempel téh insya Alloh seja tumut kana pidawuh Alloh kalih Rosulna, nyaéta ngalaksanakeun walimatulnikah. Urang sadaya seja nyakseni kalayan ngajurung ku du’a kana naon rupi anu dipimaksad ku sohibul makosid sakulawargi.
Solawat sinareng salam mugi-mugi dikocorkeun ka jungjunan urang sadaya, habibana wa nabiyana, Kangjeng Nabi Muhammad SAW, kalayan mugi-mugi dikocorkeun ogé ka kulawargina, ka para sohabatna, ka tabi’in tabi’atna kalebet urang sadaya kaom muslimin anu tumut kana ajaranana. Pamugi urang sadaya kalebet umat anu kénging syafaat di yaumil ahir. Amin.
Bapa kalih Ibu, hadirin hormateun sim kuring!
Kalayan asamana sohibul makosid Bapa Hasan sakulawargi, langkung tipayun ngahaturkeun réwu nuhun ka panata acara anu parantos maparinan kasempetan ka sim kuring kanggo ngadugikeun naon rupi anu dipimaksad ku sohibul makosid.
Hatur nuhun laksa keti kabingahan kasanggakeun ogé ka para wargi, langkung ti payun ngahaturkeun réwu nuhun ka para sepuh anu sami-sami rawuh, ka dulur anu di lembur, ka baraya-baraya anu araya. Teu hilap ka para tokoh ti palih tonggoh, anu mikadeudeuh ka palih galeuh, ka handai tolan anu ti péngkolan, ka nu ngaranggo tudung ti Bandung, ka para rumaja sareng wanoja anu caket méja, sareng kum ka sadayana warga sinareng wargi anu teu disebat hiji-hiji, anu sami-sami gingsir linggih, nawiskeun kaasih diri, dongkap lengkah nembrakeun katresna manah, pada rawuh mihatur lunturna kalbu, ngahaturkeun nuhun kana kasumpingan sadayana.
Bapa kalih Ibu, hadirin palawargi horamateun sim kuring.     
Dina ieu kasempetan sim kuring ngahturkeun wilujeng sumping kalayan ngahaturkeun réwu nuhun laksa keti kabingahan ka Bapa kalih Ibu, ogé palawargi sadayana ti rombongan calon pangantén pameget, anu parantos rawuh ka ieu lembur, parantos sumping ka ieu bumi. Kantenan bae rawuhna para sepuh, sumpingna para wargi téh parantos dianti-anti ti tadina, dianjang-anjang ti anggalna. Hapunten anu kasuhun wiréh dina panampianana éstuning dilalaworakeun. Bapa-bapa lenggahna di patempatan anu kirang sampurna. Wargi-wargi linggihna di pangcalikan anu kirang utami. Ieu panampian téh boa-boa lebet kana paripaos werit ku budi sareng parangi, tebih ti basa utami, heureut pakeun kirang bahan, anggang ti basa utama. Atuh ku kituna luntur kalbu anu kasuhun, jembar manah anu diteda, wening galih anu dipamrih ti sadayana kana rupining katuna sareng kakirangna.
Bapa kalih ibu, sakumaha anu tadi kakuping ku urang sadaya, naon rupi anu parantos didugikeun ku pangersana sesepuh ti pihak calon pangantén pameget, saurna téh seja nyanggakeun Cép Rahmat, ti luhur sausap rambut ti handap sahibas dampal, ti tengan tina pangkonan. Nyanggakeun rambutna salambar, getihna satétés, ambekanana sadami. Nyanggakeun ti luhur saujung ketu, ti handap saujung sapatu, di tengahna anu kitu, anu sawaktos-waktos sok jiga surutu.
Sateuacanna sim kuring nampi kana éta pamaksadan, pamugi kauninga utamina ku Cép Rahmat kalih sepuhna, wiréhna pun anak téh, Néng Néngsih, upamina disebat atah mah éstuning masih kénéh atah. Atah ku pangawarah tebih ku pangatik, meryogikeun kénéh pangaping sareng pangjaring ti para sepuh, malah mandar tiasa ngawangun rumah tangga anu runtut raut répéh rapih.
Salajengna sakumaha anu parantos didugikeun ku sepuh ti pihak calon pangantén pameget nembé, anu nyaurkeun yén Cép Rahmat sumpingna ka dieu téh saurna henteu jangjang henteu jingjing. Mung nyandak nu sarupi, nyaéta ngaringkuk kawas kuuk, nu bosongot kawas marmot, nu ngaréngkol osok ngompol, nu bedegul lir doran pacul. Teu sawios-wios, da di dieuna ogé teu disampakeun nao-naon, mung disampakkeun Néng Néngsih nu kagungan tilas raheut nu kapungkur. Nanging raheut sanés saraheut-raheutna, legok sanés salegok-legokna. Éstuning raheut asli ti ajali, legok candak ti kudratna, paranti neundeun kadeudeuh paranti nunda pelakeun.
Atuh kalih ti éta, sagédéngeun Cép Rahmat, anu jajapna alhamdulillah sakitu seueurna. Ngaleut ngeungkeuy ngabandaleut ngembat-ngembat nyatang pinang. Ngaleut leubeut ku tanggeuyan, ngembat rébo ku cacandakan. Ngabring rimbil ku jingjingan. Sim kuring kalayan asmana pangersa Bapa Hasan sakulawargi, ngahaturkeun réwu nuhun laksa keti kabingahan. Hatur nuhun kana karupining cacandakanana.
Bapa kalih Ibu, hadirin palawargi hormateun sim kuring!
Kalayan asmana pangersa Bapa Hasan sakulawargi, diwuwuh ku rapa sepuh ogé disakséni ku palawargi, kalayan ngucap bismillahirrohmanirrohim sim kuring nampi kana naon rupi anu janten pamaksadan sesepuh ti pihak calon pangantén pameget. Mugi-mugi ieu murangkalih téh, Cép Rahmat sareng Néng Néngsih tiasa kauntun tipung katambang beas, laksana anu diseja, dikobul ka balé nyungcung. Insya Alloh sakedap deui ieu murangkalih téh urang rungrum ku pangdua dina acara anu poko, nyaéta akad nikah.
Rupina sakitu pisanggem ti sim kuring. Bobo sapanon carang sapakan. Langkung saurna bahé carékna, hapunten anu kasuhun.

Wabillahi taufik wal hidayah. Wassalamu’alaikum wr. wb.